MANFAAT KONSUMSI IKAN
yang relatif sedikit jumlahnya. Indonesia merupakan negara maritim yang terbagi atas pulau-pulau dan sebagian wilayahnya merupakan perairan yang cukup luas. Potensi yang cukup luas terdapat di laut Indonesia berupa sumber daya alam yang melimpah, termasuk didalamnya terdapat banyak spesies ikan khususnya ikan yang dapat dikonsumsi.
Negara ini seharusnya dapat memanfaatkan kekayaan alamnya secara maksimal karena cakupan perairan yang cukup luas dan memiliki banyak jenis ikan yang baik untuk dikonsumsi penduduk. Seyogyanya kebutuhan dan asupan protein penduduk Indonesia dapat terpenuhi dengan baik. Namun kenyataanya bahwa penduduk Indonesia memiliki tingkat konsumsi ikan yang masih dikategorikan rendah, bahkan di kawasan Asia Tenggara konsumsi Konsumsi Ikan di Indonesia
Setiap tahun, berjuta-juta ton ikan ditangkap secara tradisional maupun komersial untuk konsumsi di Indonesia. Akan tetapi dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia termasuk pemakan ikan ikan penduduk Indonesia masih kalah dari Singapura dan Malaysia apalagi jika dibandingkan dengan Jepang dan Korea. Rendahnya konsumsi ikan perkapita penduduk di Indonesia berbanding terbalik dengan wilayahnya yang kaya akan sumber protein hewani ini (Anonim, 2012).
Secara nasional konsumsi ikan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, meskipun angka peningkatan tersebut tidak pesat seperti halnya di Negara Kamboja dan Singapura. Dari data yang telah diperoleh, dapat diketahui bahwa selama lima tahun terakhir yakni dari 2007-2011, konsumsi ikan perkapita masyarakat Indonesia terus meningkat, pada 2007 (26Kg/Kap/Thn), 2008 (28Kg/Kap/Thn), 2009 (29,08 Kg/Kap/Thn), 2010 (30,48 Kg/Kap/Thn), 2011 (31,64 Kg/Kap/Thn). Rata-rata kenaikan sebesar 5,06 % dan pada tahun 2012 ditargetkan konsumsi ikan penduduk indonesia mencapai 33 Kg/Kap/Tahun atau lebih. Meskipun demikian tetapi jika dibandingkan dengan konsumsi ikan Indonesia dengan negara-negara di Asia Tenggara dan China maka angka tersebut tergolong masih rendah.
Tabel 1: Konsumsi Ikan Per Kapita Indonesia (Kg/Th) dibandingkan dengan Negara - Negara ASEAN Lainnya dan China
Negara
|
Rata- Rata 2003 -2005
|
2007
|
Pertumbuhan
|
Perbandingan
|
Indonesia
|
20,90
|
24,30
|
16,27
|
1,00
|
Brunei
|
36,10
|
34,40
|
- 4,71
|
1,42
|
Cambodia
|
23,40
|
33,00
|
41,03
|
1,36
|
Malaysia
|
55,40
|
56,10
|
1,26
|
2,31
|
Myanmar
|
24,20
|
29,60
|
22,31
|
1,22
|
Philipina
|
31,70
|
35,40
|
11,67
|
1,46
|
Singapura
|
37,90
|
48,90
|
29,02
|
2,01
|
Thailand
|
32,60
|
31,10
|
- 4,60
|
1,28
|
Vietnam
|
25,40
|
30,60
|
20,47
|
1,26
|
China
|
25,90
|
26,70
|
3,09
|
1,10
|
Sumber : Anonim (2012)
- Nilai Gizi Ikan
Sebagai sumber pangan, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti protein sebagai sumber pertumbuhan, asam lemak omega 3 dan 6 yang bermanfaat bagi kesehatan ibu dan pembentukan otak janin, vitamin serta berbagai mineral yang sangat bermanfaat bagi ibu dan janin. Ikan sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh. Nilai biologis protein ikan mencapai 90%, dengan jaringan pengikat sedikit sehingga lebih mudah dicerna. Ikan menurut perairan tempat hidupnya, terdiri dari ikan air tawar dan ikan air laut. Keduanya adalah makanan sumber protein yang sangat penting untuk pertumbuhan tubuh. Ikan mengandung 18% protein yang terdiri dari asam-asam amino esensial yang tidak rusak waktu pemasakan. Kandungan lemaknya 1-20% lemak yang mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh. Kandungan lemaknya sebagian besar adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol darah. Ikan laut sebagai salah satu hasil perikanan tangkap merupakan sumber protein bagus, bermutu tinggi, memiliki sedikit lemak jenuh namun kaya akan berbagai gizi mikro penting yang diperlukan manusia (Khomsan, 2004).
Para ahli mengemukakan, komposisi asam-asam amino dalam bahan - bahan hewani termasuk ikan sesuai dengan jaringan didalam tubuh manusia. Oleh karena ada kesamaan ini maka protein dari ikan mempunyai nilai gizi yang tinggi. Ikan sering disebut makanan untuk kecerdasan. Absorbsi protein ikan lebih tinggi dibandingkan daging sapi, ayam dan lainnya karena daging ikan mempunyai serat-serat protein yang lebih pendek daripada serat-serat protein daging sapi atau ayam (Yuliarti 2008).
Sumber pangan hewani bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan fisik anak dan juga mendukung perkembangan kognitif anak (Audrey et al. 2003). Sumber pangan hewani merupakan sumber protein yang kaya asam amino esensial, tidak dapat disintesis dalam tubuh sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh balita sehingga harus ada di dalam makanan. Sumber pangan hewani terdiri dari telur, daging unggas,daging sapi dan ikan (Uripi V, 2004).
Menurut Devi (2012), Ikan mengandung lesitin, fenilalanin, asam ribonukleat, tirosin, DMAE, vitamin B6, niasin (B3), tembaga, sumber protein yang baik, seng, asam lemak omega-3 (DHA), dan vitamin B12 yang baik untuk otak anak. Nilai gizi ikan laut lebih tinggi dibandingkan ikan air tawar. Kandungan asam lemak omega-3 yang relatif tinggi membuat ikan laut dalam baik untuk pertumbuhan otak anak. Budaya makan ikan yang tinggi dalam masyarakat Jepang telah membuktikan terjadinya peningkatan kualitas kesehatan dan kecerdasan pada anak-anak di Negara tersebut (Khomsan 2004).
Menurut Waisima (2011), masyarakat di Negara dengan tingkat konsumsi ikan yang tinggi, selain berkolerasi positif dengan tingkat kecerdasan masyarakat, penurunan kolesterol dan pencegahan berbagai penyakit degeneratif, juga menunjukkan tingkat harapan hidup yang relatif lebih lama yaitu mencapai sekitar 80 tahun. Tingginya usia harapan hidup masyarakat di negara dengan tingkat konsumsi ikan laut tinggi dapat dijelaskan dari adanya dampak positif mengkonsumsi ikan laut yang menyebabkan kesehatan semakin baik, dan kesehatan masyarakat yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam memperpanjang usia harapan hidup.
Komposisi gizi ikan sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu spesies, tingkat kematangan (umur), musim, siklus bertelur dan letak geografis. Kandungan protein ikan sangat dipengaruhi oleh kadar air dan lemaknya. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa ikan bersirip mengandung protein 16 – 24 %, sedangkan pada ikan yang telah diolah kandungan proteinnya dapat mencapai 35 persen. Proporsi protein kolektif (kolagen) pada ikan jauh lebih rendah daripada daging ternak yaitu berkisar antara 3 – 5 persen dari total protein. Hal ini juga yang menyebabkan daging ikan lebih empuk (Khomsan, 2004 )
Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi. Ikan basah sekitar 17 % dan kering 40 %. Susunan asam amino di dalam protein ikan cukup baik, sehingga dapat dikatakan mutu gizinya setingkat dengan pangan hewani asal ternak seperti daging dan telur. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 2: Kandungan Zat Gizi Ikan Dalam 100 Gram
Jenis ikan
|
Kalori (gr)
|
Protein(gr)
|
Lemak (gr)
|
Air (gr)
|
Ikan segar
|
198
|
19
|
13
|
66
|
Tawes
|
129
|
20
|
4,8
|
74
|
Bandeng
|
96
|
17
|
1,7
|
78
|
Bawal
|
109
|
20
|
4,0
|
70
|
Ekor kuning
|
92
|
20
|
0,7
|
77
|
Kakap
|
103
|
22
|
1,0
|
76
|
Kembung
|
109
|
22
|
1,7
|
74
|
Layang
|
112
|
20
|
3,0
|
76
|
Lemuru
|
86
|
16
|
2,0
|
80
|
Mas
|
100
|
18
|
2,2
|
75
|
Teri mujair
|
89
|
18,7
|
1
|
79,7
|
Ikan kering
|
292
|
58
|
4,0
|
24
|
Gabus
|
556
|
28
|
4,0
|
46
|
Selar asin
|
289
|
38
|
14,6
|
30
|
Sepat
|
170
|
33,4
|
3,6
|
37
|